Meningkatkan Perekonomian Dengan Daya Saing

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini dikatakan relative stabil.Meskipun Nilai tukar IDR terhadap USD terbilang cukup rendah,yaitu kisaran Rp 9.100.
Dan Indonesia juga pernah dihebohkan salah satu perekonomian global.ASEAN -China free Trade Agreement (ACFTA) cukup membuat berbagai kalangan memberikan perhatian lebihterhadap isu ini.Satu hal yang wajar jika banyak pihak memandang pesimis dan skeptic terhadap ACFTA .
Salah satu penyebab adalah kekawatiran mendasar bahwa ACFTA akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia.Sebenarnya tidak perlu takut menghadapi ACFTA.Berbekal populasi penduduk mencapai 230 juta jiwa dengan PDB melebihi 4000 triliun.
Indonesia cukup diperhitungkan perekonomian Indonesia adalah perekonomian terbesar walaupun dari segi kualitas.Mungkin kita masih kalah jauh di banding Singapura dan Malaysia dan bersaing cukup ketat dengan Vietnam dan Thailand.
Sebenarnya adabeberapa manfaat yang kita ambil jika kita menyikapi isu ACFTA dengan lebih bijak dan persiapan yang cukup matang .
1.Jumlah pasar yang sangat besar.Indonesia dan cina  merupakan Negara dengan jumlah penduduk peduduk terbesar di dunia.
Dua Negara ini masuk keempat besar bersama Amerika dan india.
2.Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan belanja modal dengan harga lebih murah.
  Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa barang-barang buatan cina memiliki harga lebih murah dibandingkan barang dari produk Amerika dan jepang.
para pemain dapat memanfaatkan hal ini untuk membeli  barang modal untuk  meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia.
Hal ini sangat penting guna menekan ekonomi biaya tinggi (high cost economy) sehingga perekonomian Indonesia menjadi lebih kompetitif.
Ada beberapa langkah stategis yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia.
1.Menerapkan industri berbasis keunggulan daerah.Indonesia terdiri dari suku adat dan ,budaya.Mulai dari sabang sampai merauke .Begitu banyak potensi daerah yang belum sempat di gali dan    di  manfaatkan secara baik.
2.Perencanaan yang terintegrasi .Tidak berjalan terkontrolnya berbagai kebijakan perekonomian hal ini harus segera disudahi.Di era persaingan global yang semakin ketat ,Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan terintegrasi dan terencan dengan Maksimal.
3.Memahami kebutuhan pasar ACFTA menawarkan jumlah yang begitu besar dan divergen .Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin diferensi pasar harus dipetakan secara matang .
para pengusaha harus melakukan hal tersebut .JIka tidak maka ancaman produk-produk cina adalah ancaman yang nyata.
sumber: http://adniuthongkong-gitc.blogspot.co.id/

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
Instagram